Pada tanggal 30 Oktober 1962, ada 23 peternak yang mendirikan koperasi susu bernama “Koperasi Susu Sinau Andandani Ekonomi” di Pujon. Kata Sinau Andandani Ekonomi berarti belajar untuk memperbaiki ekonomi. Pada awalnya hanya ada 35 sapi dengan kapasitas produksi 50 liter per hari. Pada tahun 1963, koperasi susu mendapat bantuan sapi impor sebanyak 90 ekor dari New Zealand. Tanggal 16 Agustus 1968, koperasi susu di Pujon resmi berstatus badan hukum Nomor 2789/II/12-1967. Tahun 1970 masalah mulai muncul akibat kegagalan pengelolaan, maka hutang kepada anggota koperasi tidak bisa terbayarkan. Maka diputuskan untuk penggantian ketua dan manajemen koperasi. Tahun 1974, masalah lain muncul akibat produksi susu yang berlebihan sedangkan permintaan hanya sedikit. Maka susu tersisa dibagikan secara gratis kepada anak sekolah dan ada yang dibuang. Pada 1 Mei 1975 adalah kerjasama pertama antara koperasi susu di Pujon dengan PT. Nestle. Tahun 1977-1978 ada sedikit pergolakan masalah harga per liter susu yang mengalami penurunan. Sehingga tahun 1979 dikirim utusan ke India untuk mempelajari manajemen pengelolaan susu di koperasi India. Tahun 1980, manajemen pengelolaan susu mengalami peningkatan kualitas sehingga bisa meminimalisir masalah yang muncul dan tahun 1982 mendapatkan kredit sapi sebanyak 90 ekor tambahan dari Kredit Koperasi (Krekop). Tahun 1990 terjadi peningkatan drastic pada anggota yang mencapat 3.601 orang, dengan jumlah sapi sebanyak 16.774 ekor dan kapasitas produksi sebesar 20.371.512 liter per hari. Tahun 2010 dibuat sistem baru pengelolaan limbah berbasis biogas sehingga meningkatkan efisiensi pengeluaran dan menggunakan kembali limbah berupa kotoran sapi.
• 1998: Piagam Koperasi Mandiri
• 2001: Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional
• 2006: Koperasi Produsen Berprestasi Tingkat Jawa Timur dan Tingkat Nasional
• 2016: Apresiasi Peternak 150 Nestle